Home News 290 Perempuan Tergabung Jadi “O-Ranger Mawar”

290 Perempuan Tergabung Jadi “O-Ranger Mawar”

48
0
Sebanyak 290 orang perempuan tergabung menjadi kurir khusus wanita O-Ranger Mawar di bawah naungan PT Pos Indonesia (Persero). (ANTARA/HO-Humas Pos Indonesia)

BICARA.NEWS, Bandung – Sebanyak 290 orang perempuan tergabung menjadi kurir khusus wanita O-Ranger Mawar di bawah naungan PT Pos Indonesia (Persero).

O-Ranger Mawar memaksimalkan peran wanita sebagai garda terdepan melayani konsumen dalam proses pickup dan kampasing kiriman barang PosAja!.

“Sebagaimana namanya, O-Ranger Mawar dikhususkan bagi wanita yang ingin bergabung menjadi kurir di Pos Indonesia. Ini akan melengkapi tenaga O-Ranger kami yang selama ini didominasi pria,” kata Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana dalam siaran persnya, Sabtu.

PT Pos Indonesia (Persero) memperkuat layanan platform digital courier PosAja! dengan memperkenalkan kurir khusus wanita O-Ranger Mawar serta menggandeng penyedia transportasi online Nusantara Ojek (Nujek).

Menurut Siti, O-Ranger Mawar merupakan terobosan terbaru Pos Indonesia untuk meningkatkan layanan pada platform PosAja!.

O-Ranger Mawar akan melengkapi SDM O-Ranger existing yang saat ini mencapai sekitar 5.800 orang di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, O-Ranger wanita hanya sekitar 5 persen.

Perempuan yang akrab disapa Ana ini menuturkan sebagaimana filosofi namanya, O-Ranger Mawar hadir untuk memberikan pelayanan prima kepada konsumen.

Mawar mengartikan melayani dengan penuh kehangatan, keikhlasan, serta komitmen kuat melayani customer dengan sepenuh hati.

“Sejauh ini pelaku usaha perempuan cukup mendominasi, sehingga dengan hadirnya O-Ranger Mawar yang juga perempuan, diharapkan akan terjalin komunikasi lebih efektif. Ini komitmen Pos Indonesia dalam menjalin hubungan lebih baik dengan customer,” kata dia.

O-Ranger Mawar, kata dia, diharapkan bisa lebih leluasa ketika masuk ke berbagai segmentasi konsumen.

Seperti ke pasar tradisional, pusat perbelanjaan, sentra UMKM, dan lainnya. O-Ranger Mawar juga akan menjadi marketing berbagai produk Pos Indonesia dalam upaya mendorong ekonomi nasional.

Diketahui, O-Ranger adalah tenaga kurir yang dikembangkan Pos Indonesia untuk mendukung jasa kiriman kurir dan logistik.

Untuk melakukan kiriman secara online, konsumen cukup mendownload aplikasi PosAja di Play Store atau App Store.

Pengguna kemudian memilih berbagai layanan kiriman di aplikasi PosAja, seperti Pos Instan Plus untuk kiriman dalam kota, kiriman reguler antar kota di Indonesia, serta Pos Express untuk kiriman ke luar negeri.

Setelah melakukan pemesanan via handphone, barang kemudian akan di pickup oleh O-Ranger untuk dikirimkan ke alamat tujuan.

Layanan kiriman dalam kota akan diterima alamat tujuan maksimal tiga jam setelah pemesanan. Konsumen bisa melakukan pembayaran transaksi ini melalui Pos Giro Mobile atau secara cash.



Gandeng Nujek

Dalam rangka memperkuat layanan, Pos Indonesia juga menjalin kerja sama dengan aplikasi penyedia transportasi online Nusantara Ojek (Nujek).

Kerja sama ini akan memperkuat bisnis kiriman antara kedua perusahaan dan pengembangan UMKM binaan Nahdlatul Ulama.

Nujek adalah platform aplikasi transportasi online yang dikembangkan Nahdlatul Ulama (NU). Aplikasi ini telah berkembang pesat di Jawa Timur dan memiliki kantor pelayanan di beberapa kota di Indonesia, seperti Surabaya, Malang, Jakarta, Batam, Gorontalo, Pontianak, Cirebon, dan lainnya.

“Kerja sama ini akan memberi manfaat bagi kedua belah pihak dalam hal pengiriman barang. Mereka memiliki tenaga kurir yang cukup banyak dan ini akan memberi nilai lebih untuk penguatan layanan kami,” kata Ana.

Selain itu, kata dia, kerja sama ini dalam rangka memperluas market kiriman Pos Indonesia, terutama membidik warga NU.

Di Jawa Timur, NU memiliki komunitas yang cukup besar. Nujek nantinya akan menjadi penghubung dengan sentra atau lembaga NU agar melakukan pengiriman barang menggunakan Pos Indonesia. (Ant/Fit)

Travel Haji dan Umroh sejak 1995
Previous articlePegiat Buku: Kapan di Jakarta Ada Pusat Perbukuan?
Next articleJangan Kendur Terapkan Protokol Kesehatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here