RABINDRANATH Tagore adalah contoh manusia yang sampai pada makna. Orang India menempatkannya sebagai seorang kavi. Sebutan untuk seseorang yang lebih dari pujangga, hampir seperti nabi.

Baginya tak ada batas lagi antara hal-hal yang berlawanan, antara hidup dan mati, debu dan bunga, suara dan gema, cabang dan akar, awan dan langit terang.

Travel Haji dan Umroh sejak 1995

Semuanya baginya bisa dilihat sebagai satu kesatuan makna. Berikut petikan lagin dari kumpulan aforismenya “Burung-Burung Liar”:

*
Saya merenungkan zaman lain yang melayang di atas aliran kehidupan dan cinta dan kematian, dan yang terlupakan, dan aku merasakan kebebasan dalam kematian.

*
Kesedihan jiwaku adalah hijab mempelai wanita. Yang menunggu untuk disibakkan di malam hari.

*
Stempel kematian memberi nilai pada koin kehidupan; memungkinkan kita untuk membeli dengan hidup itu apa yang benar-benar berharga.

*
Awan berdiri dengan ramah di sudut langit. Pagi dimahkotainya dengan kemegahan.

*
Debu menerima penghinaan dan sebagai imbalannya menawarkan bunga.

*
Jangan berlama-lama mengumpulkan, dan menyimpan, teruslah berjalan, sebab akan tetap ada bunga yang mekar di sepanjang perjalanan.

*
Akar adalah cabang di bawah bumi. Cabang adalah akar di udara.

*
Musik dari musim panas yang jauh mengepak di sekitar musim gugur, mencari bekas sarangnya.

*
Jangan merendahkan temanmu dengan meminjami dia kelayakan dari kantongmu sendiri.

*
Sentuhan hari tanpa nama berpagut di hatiku seperti lumut melingkari batang pohon tua.

*
Gema mengolok-olok suara asalnya untuk membuktikan bahwa dialah suara yang asli.

Previous articlePengelola Setu Babakan Berlakukan Ganjil-Genap Kunjungan Museum Betawi
Next articleRilis Lagu “Pernah Salah”, Mawar de Jongh Hadapi Tantangan Nada Tinggi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here