METAFORA musik, keselarasan suara-suara, adalah salah satu favoritnya Rabindrantath Tagore, ketika mengekspresikan permenungan-permenungannya.

Dalam salah satu aforismenya di buku “Burung-Burung Liar” ia memakai perangkat stilistika itu untuk merangkum seluruh kerumitan makna hidup.

Travel Haji dan Umroh sejak 1995

Dia mengatakan: jikalau seluruh senar kehidupanku diselaraskan, Tuanku, maka dari setiap sentuhan akan terdengar musik kasih sayang.

Betapa sederhana, tapi juga terasa luas dalam dalam aforisme itu. Kedamaian, keteraturan, kerumitan, dan upaya untuk menjadi semua unsur hidup selaras terangkum dalam kalimat itu.

Berikut aforisme lain dari Tagore:

BIARKAN aku hidup dengan benar, Tuhanku, agar dengan demikian kematian bagiku juga menjadi benar.

*

SEJARAH manusia menunggu dengan sabar datangnya kemenangan bagi orang yang diperhinakan.

*

AKU merasakan tatapanmu pada hatiku saat ini seperti cerah keheningan pagi hari di atas sawah kosong yang sepi setelah musim panen berlalu.

*

AKU merindukan merdu Pulau Nyanyian di seberang hingar Laut Teriakan yang terengah-engah ini.

*

PRELUDE malam dimulai dengan musik matahari terbenam, mengiringi himne agung bagi kegelapan yang tak terucapkan.

*

TELAH kudaki puncak itu dan tak kutemukan tempat bernaung di ketinggian yang suram dan tandus itu. Maka pandulah aku, arahkanlah aku, sebelum cahaya meredup, ke lembah yang tenang, di mana hidup mengubah sedu kesenduan menjadi emas kearifan.

*

SEGALA HAL tampak fantastik dalam keredupan senja ini – pangkal menara silam dalam kelam dan pucuk pohon bagai bercak tinta. Tapi aku akan tetap menunggu pagi dan bangun untuk melihat kotamu dalam gelimang cahaya.

*

AKU telah rasakan derita dan putus asa dan aku tahu kematian itu seperti apa dan karenanya aku pun merasa gembira karena aku pernah ada di dunia yang luar biasa ini.

*

ADA traktat dalam hidupku yang kosong dan sunyi. Sebuah ruang terbuka di mana hari-hari sibukku memiliki cahaya dan udara.

*

LEPASKAN aku dari masa laluku yang tak tertuntaskan yang mendekapku dari belakangku yang membuat kematian menjadi sulit.

Previous articlePentingnya Inovasi Digital dalam Sebuah Usaha
Next articlePKK Minut Sosialisasi Pentingnya 1.000 Hari Pertama pada Anak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here