Home Finance Bea Cukai Sulbagtara Beri Fasilitas Impor Rp2,6 Triliun

Bea Cukai Sulbagtara Beri Fasilitas Impor Rp2,6 Triliun

23
0
Acara coffee morning antara Bea dan Cukai Sulbagtara dengan perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat yang dilakukan secara virtual, di Manado, Sabtu. (1)

BICARA.NEWS, Manado – Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) memberi fasilitas impor mencapai Rp2,6 Triliun hingga Juli 2021.

“Dengan fasilitas impor oleh perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat mampu mendongkrak ekspor sehingga mendapatkan devisa sebagai sumber penerimaan negara,” kata Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) Erwin SitumorangĀ di Manado, Sabtu.

Dia menjelaskan Bea Cukai Sulbagtara telah memberikan fasilitas kawasan berikat kepada 13 perusahaan dengan nilai fasilitas impor sampai dengan bulan Juli 2021 senilai Rp 2,6 triliun.

Berdasarkan data fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea dan Cukai Sulbagtara, nilai fasilitas impor sebesar Rp2,6 trilun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp2 triliun.

Sementara itu untuk nilai ekspor perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat sampai dengan bulan Juli 2021 senilai Rp56,1 triliun, angka ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan bulan Juli tahun lalu sebesar Rp47,2 triliun.

Adapun rasio ekspor impor adalah 2,8 kali, artinya setiap impor barang senilai Rp1.000 maka akan diekspor senilai Rp 2.800.

Perusahaan yang mendapat fasilitas impor tersebut adalah perusahaan yang bergerak di bidang perikanan dan pertambangan yang produknya semata-mata untuk ekspor.

Dalam Kawasan Berikat, katanya, kegiatan utama yang dilakukan adalah kegiatan yang berkaitan dengan pengolahan atau pemrosesan bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, atau barang jadi yang memiliki nilai lebih tinggi untuk penggunaannya.

Karena mendapatkan pembebasan Bea masuk dan Pajak dalam rangka impor maka harga jual produk menjadi lebih murah dan bila diekspor harga akan bersaing di luar negeri.

Pengusaha yang mendapat fasilitas impor di kawasan berikat mendapatkan banyak keuntungan diantaranya adalah efisiensi waktu dengan tidak dilakukannya pemeriksaan fisik di TPS (Pelabuhan).

Efisiensi waktu dan biaya dengan prosedur truck lossing. Membantu usaha pemerintah dalam rangka mengembangkan program keterkaitan antara perusahaan besar, menengah, kecil melalui pola kegiatan sub kontrak.

Pemberian insentif berupa penangguhan bea masuk, pembebasan cukai, dan tidak dipungut PPN, PPnBM, dan PPH pasal 22 impor.

Membantu usaha pemerintah dalam rangka mengembangkan industri yang bisa menambah lapangan pekerjaan, dan dapat mengurangi tingkat pengangguran.

ā€œDiharapkan adanya fasilitas impor ini, mampu menjadi stimulus ekonomi dan mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujar Erwin. (Ant/Fit)

Travel Haji dan Umroh sejak 1995
Previous articleBiden Masuk RS, Kamala Harris Sempat Jadi Presiden AS
Next articleOppo A55s 5G Dirilis dengan Snapdragon 480 dan Baterai 4.000 mAh