Home News BPJS Kesehatan Luncurkan Aplikasi Pemeriksaan Kesehatan Digital

BPJS Kesehatan Luncurkan Aplikasi Pemeriksaan Kesehatan Digital

25
0
Salah satu pengguna Mobile JKN (Foto: Antara)

BICARA.NEWS, Jakarta – BPJS Kesehatan memfasilitasi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk melakukan pemeriksaan (screening) kesehatan secara digital melalui aplikasi Mobile JKN dan CHIKA dengan aplikasi TELEGRAM (@BPJSKes_bot).

“Caranya cukup mudah, apabila menggunakan aplikasi Mobile JKN pilih fitur Skrining Kesehatan, kemudian diisi sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Dapat juga menggunakan CHIKA kemudian mulai chat,” kata Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Samarinda Desy Liana Siregar dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Desy menuturkan skrining riwayat kesehatan merupakan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui risiko dari kondisi kesehatan peserta.

Dengan melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan, dapat lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran mengenai pentingnya hidup sehat.

“Melakukan skrining kesehatan merupakan salah satu hal penting yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit sejak dini, sebelum memiliki gejala, sehingga dapat dilakukan pencegahan dan lebih mudah untuk diobati,” ujar Desy.

Menurut Desy, beberapa risiko penyakit kronis yang dapat dideteksi adalah Diabetes Melitus (DM) Tipe 2, Hipertensi, Gagal Ginjal Kronik, dan Jantung Koroner.

Hasil skrining pada aplikasi Mobile JKN terhubung langsung pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Data hasil pemeriksaan tersebut digunakan oleh dokter untuk menganalisa kesehatan peserta sebagai upaya promotif dan preventif.

“Penyakit kronis merupakan penyakit yang banyak diderita oleh peserta, selain itu pengobatan penyakit kronis memerlukan pembiayaan yang cukup besar. Skrining kesehatan sangat penting untuk mendeteksi risiko penyakit kronis, sehingga dapat dilakukan pencegahan, baik dengan mengubah pola hidup maupun tindakan lain yang diperlukan,” tutur Desy.

Desy mengajak seluruh peserta JKN-KIS untuk memanfaatkan fasilitas skrining riwayat kesehatan digital karena sangat mudah dan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja selama peserta terhubung dengan internet.

“Saya mengajak seluruh peserta JKN-KIS agar dapat melakukan skrining kesehatan guna mengetahui seberapa besar risiko kesehatan, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan. Selain itu, cara pengisian skrining kesehatan sangat mudah,” imbuhnya.

Desy menuturkan apabila hasil pemeriksaan tersebut adalah risiko rendah, peserta JKN-KIS akan diingatkan untuk tetap menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit per hari.

Namun, apabila hasilnya adalah risiko sedang atau tinggi, peserta akan diimbau untuk konsultasi ke FKTP untuk mendapatkan penjelasan terhadap hasil pemeriksaan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Agus Supriyadi (31), salah seorang peserta JKN yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan pada aplikasi Mobile JKN, mengaku sangat terbantu dengan aplikasi itu karena dapat mengetahui risiko penyakit dengan mudah.

“Menurut saya aplikasi Mobile JKN sangat membantu untuk skrining kesehatan, yang mana skrining ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui seberapa besar risiko kita terhadap penyakit tertentu, jadi kalau kita tahu lebih awal akan lebih mudah penanganannya,” ucap Agus.

Dia mengajak peserta JKN untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan baik melalui aplikasi Mobile JKN maupun CHIKA, karena sangat mudah, hanya perlu mengisi pertanyaan yang ada sesuai dengan kondisi tubuh sebenarnya.

“‘Skrining ini salah satu program dari BPJS Kesehatan yang sangat baik dalam upaya pencegahan penyakit, sayang aja kalau nggak dimanfaatkan oleh seluruh peserta, oleh sebab itu saya ajak kepada seluruh peserta untuk melaksanakan screening ini karena mudah dan bermanfaat.” tutup Agus. (Ant/Rod)