Home Entertainment Cara Musisi Andrea Turk Amalkan Pancasila

Cara Musisi Andrea Turk Amalkan Pancasila

17
0
Dokumentasi - Penyanyi Andrea Putri Turk berpose seusai mengikuti wawancara khusus dengan pewarta Kantor Berita Antara di Wisma Antara, Jakarta. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama.)

BICARA.NEWS, Jakarta – Musisi Andrea Turk menjadikan kolaborasi sebagai salah satu caranya mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, untuk kemudian menghasilkan karya musik yang bisa didengarkan seluruh masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi merupakan langkah yang tepat untuk menghasilkan karya agar mendapatkan hasil yang maksimal.

“Saya sudah berkolaborasi dengan beberapa musisi dan melakukan diskusi yang intensif untuk mencapai karya yang sama- sama diinginkan. (Diskusi dalam kolaborasi) itu penting sekali,” kata Andrea, Selasa (01/6).

Selain untuk mendapatkan hasil maksimal, berdiskusi dalam kolaborasi juga mendorong dirinya untuk mendapatkan pengalaman baru dalam bermusik.

Cucu dari tokoh nasional WR Supratman itu pun mengaku mendapatkan banyak masukan dari beberapa seniman lainnya yang sudah terlebih dahulu terjun ke industri hiburan sebelum dirinya.

Meskipun awalnya Pancasila hanya dipelajarinya saat masih duduk di bangku sekolah lewat mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, wanita berusia 23 tahun itu mengaku kini Pancasila sudah menjadi bagian dari dirinya yang tidak terpisahkan.

“Bagi saya Pancasila merupakan fondasi pemersatu bangsa yang tidak bisa diganggu gugat. Saya ingat sewaktu SD ada pelajaran PKN, dan salah satu materinya tentang Pancasila. Awalnya saya hanya menghafal karena ada ujian tentang itu. Semakin saya dewasa, baru bisa memahami betapa bergunanya Pancasila kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari hingga sekarang ini,” ujar pelantun “Tiada Perbedaan” itu.

Tepat dengan perayaan Hari Pancasila yang jatuh pada 1 Juni ini, Andrea berharap masyarakat di Indonesia bisa juga mengamalkan Pancasila dengan lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menerima informasi.

Ia berharap masyarakat Indonesia dapat lebih teliti dan tidak menerima mentah- mentah informasi yang berseliweran dan berisi muatan negatif yang dapat memecah belah bangsa.

“Semoga dengan terbukanya informasi yang sangat mudah diakses sekarang ini, kita bisa lebih pintar dalam wawasan dan menghindari hal-hal yang dapat memecah belah bangsa kita tercinta ini,” tutup Andrea. (Ant/Fit)