Home Opini Cara Orang Culas Memenuhi Janji

Cara Orang Culas Memenuhi Janji

45
0
Photo by Chris F from Pexels

KALAU dasarnya memang kikir dan culas, seseorang akan terus saja kikir dan culas, meskipun terkait nazar yang harus dipenuhi.

Saya teringat satu kisah sufi dari buku “Kisah-kisah Sufi” Idris Shah (Pustaka Firdaus, 1989).

Ketika dirudung kesialan dan kemalangan, seorang yang culas dan kikir berdoa dan bernazar apabila segala kesialan dan kemalangan itu terlepas dari hidupnya, dia akan menjual rumahnya dan menyumbangkan seluruh hasil penjualannya untuk orang miskin.

Doanya terkabul. Si Kikir dan Culas berpikir bagaimana dia bisa memenuhi nazarnya tanpa harus merasa rugi. Harga rumahnya sepuluh ribu perak.

Dia lalu menjual rumahnya seperak dan tapi ia minta pembeli membeli kucingnya seharga sepuluh ribu perak. Ia kemudian memenuhi nazarnya dan memberikan uang seperak hasil penjualan rumah ke orang miskin.

Banyak di antara kita yang berperilaku seperti itu. Ketika tiba saatnya kita harus memenuhi kewajiban, kita berusaha mengelak, dengan cara menafsirkan sendiri bagaimana harus menjalankan itu, mencari cara yang menguntungkan kita. (hasan aspahani)