Home News HNW: Tokoh Masyarakat Lintas Agama Ikut Kecam Israel dan Bela Palestina, ...

HNW: Tokoh Masyarakat Lintas Agama Ikut Kecam Israel dan Bela Palestina, Ini Bukti Kepedulian Bersama

100
0
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (Foto: pks.id)

BICARA.NEWS, Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA, atau yang biasa disapa HNW, menyampaikan bahwa banyak warga, tokoh masyarakat dan pemuka dari berbagai agama, termasuk Rabi Yahudi dan Pastor Kristiani, yang mengecam dan menolak kejahatan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina. Mereka juga dengan tegas mendukung bangsa Palestina.

“Ini merupakan bukti dari adanya keprihatinan bersama dan berlakunya ajaran semua agama yang sejatinya mengajarkan kepedulian terhadap kemanusiaan, dan penolakan terhadap segala bentuk kejahatan. Apalagi kejahatan yang masif dan terstruktur dan di-back up oleh kelaliman kekuasaan,” Kata HNW melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (19/5).

Menurutnya, tidak perlu menjadi muslim atau berideologi khilafah untuk menolak kejahatan penjajahan Israel di Palestina. Karena mayoritas warga di Palestina yang beragama Islam pun tidak berideologi khilafah. Tetapi, cukup menjadi manusia sehat untuk melihat ketidakadilan, kebrutalan, dan pelanggaran kemanusiaan berulang terhadap warga Palestina.

“Rabbi dari kelompok Yahudi Ortodoks di Amerika Serikat pun ikut demo kecam kejahatan Israel, membakar bendera Israel, dan mendukung Palestina. Bahkan, Pastor Manuel Musallam di Palestina lebih keras lagi, dia menyerukan umatnya untuk melawan Israel. Ada pula Asosiasi Karyawan Yahudi di Kantor Google yang mendesak agar perusahaan tersebut memberikan kecaman terhadap serangan Israel ke Palestina” ungkapnya.

HNW melanjutkan, ia mengaku heran ketika di Indonesia ada sebagian orang yang mengalihkan isu dan membelokkan fakta-fakta ketidakadilan dengan isu ideologi khilafah. Kemudian menyalahkan Hamas yang membela Bangsa Palestina dan malah bersimpati mendukung Israel padahal menjajah Palestina.

Menurut Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, sikap pengalihan isu tersebut diperlukan oleh pihak Israel dan pendukungnya untuk menutupi kejahatan penjajahan dan kemanusiaan Israel. Kejahatan yang sudah mereka lakukan sejak sebelum tahun 1948-an, saat mereka memproklamasikan negara Yahudi di atas tanah milik warga Palestina.

“Sejak saat itu kejahatan dan teror zionis Israel berlanjut terus hingga perang tahun 1967 yang dilawan oleh pejuang-pejuang Palestina dalam Palestine Liberation Organization (PLO) maupun Fatah. Sampai saat itu Hamas belum lahir, karena publik juga tahu bahwa Hamas baru dideklarasikan tahun 1987,” kata HNW.

HNW menambahkan, bahwa Hamas juga mengikuti Pemilu, dan karenanya tidak berideologi khilafah. Selanjutnya Hamas bersama Jihad Islam, Fatah, dan lain nya, sekarang bersatu membela bangsa Palestina melawan agresi Israel sang penjajah.

“Juga bisa dipastikan bahwa Rabbi, Pastor, Asosiasi Karyawan Yahudi, dan puluhan ribu warga yang demo di AS, Eropa, Australia, Jepang, dan lainnya menentang kejahatan Israel dan mendukung Palestina, mereka banyak yang non muslim. Dan yang muslimpun juga tidak berideologi khilafah, dan tidak berafiliasi dengan Hamas,” ungkapnya.

Hal ini menurut HNW menunjukan bahwa umat beragama termasuk di Indonesia dapat melanjutkan bahu-membahu bersama seluruh komponen masyarakat dan negara, dalam membela bangsa tertindas dan terjajah seperti Palestina. Juga menentang penjajahan dan kejahatan yang dilakukan oleh warga dan pemerintah zionis Israel terhadap warga Palestina dan Masjid Al Aqsha.

Lebih lanjut, HNW menilai bahwa warisan wawasan kebangsaan dan sikap politik para pendiri bangsa serta pimpinan negara dan Undang-Undang Dasar 1945 sudah lebih dari cukup untuk menjadi rujukan wawasan bernegara yang konstitusional dan mensejarah, bahwa Indonesia ikut mengurusi Palestina dan Israel dengan menolak penjajahan Israel dan membela perjuangan Palestina.

 “Sila ke-2 dari Pancasila dan alinea pertama dan keempat pembukaan UUD RI 1945 adalah landasan konstitusional yang sangat jelas untuk soal itu. Dan sikap politik dan kenegarawanan presiden-presiden RI sejak Bung Karno hingga Joko Widodo, juga menegaskan konsistensi mengurusi Palestina dan Israel,” ujarnya. (Fit)