Home News Israel Tak Henti Serang Palestina, PKS Akan Kirim Surat ke Presiden AS

Israel Tak Henti Serang Palestina, PKS Akan Kirim Surat ke Presiden AS

32
0

Jakarta (17/5) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mengirimkan Surat Terbuka secara resmi yang ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden melalui Kedubes AS di Jakarta, Senin ini. Hal ini terkait dengan dukungan AS atas serangan Israel ke Palestina dengan dalih pembelaan diri.

“Kami menyayangkan sikap politik luar negeri Amerika Serikat yang cenderung mendukung tindakan kekerasan rezim Zionis-Israel sebagai legitimasi untuk melakukan pembelaan diri,” ujar Presiden PKS, Ahmad Syaikhu di Kantor DPP PKS, Jakarta, Ahad (16/5).

Menurutnya, Israel berdalih memiliki hak untuk melakukan pembelaan diri, seolah-olah mereka adalah korban yang mengalami serangan. Padahal tindakan kekerasan yang mereka lakukan jelas-jelas mengarah kepada tindakan kejahatan kemanusiaan.

“Rezim Zionis-Israel terbukti melakukan politik apartheid yakni tindakan persekusi, diskriminasi dan kekerasan kepada bangsa Palestina. Kebijakan blokade jalur Gaza juga termasuk kejahatan kemanusiaan  yang harus dihentikan dan diakhiri karena telah menghalang-halangi bantuan kemanusiaan dari masyarakat internasional untuk korban kekerasan,” kata Syaikhu.

PKS juga mempertanyakan prinsip multilateralisme, keadilan dan hak asasi manusia, yang menjadi doktrin dan landasan politik Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden.

“Saat ini adalah momentum yang tepat bagi Pemerintah Amerika Serikat untuk membuktikan keyakinan mereka tersebut melalui kebijakan luar negeri yang adil dan menghormati hak asasi manusia rakyat Palestina,” kata Syaikhu.

Ketegangan antara Palestina dan Israel yang berlangsung sepekan terakhir ini bermula dari langkah Israel yang hendak menggusur warga Palestina dari kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Padahal, Sheikh Jarrah adalah wilayah yang diakui sebagai bagian Palestina.

Seperti diketahui, Israel merampas Yerusalem Timur dalam perang Timur Tengah 1967 dan mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh internasional. (Fit)