Home News Jelang Peluncuran Iphone 13, Foxconn Kekurangan 200 Ribu Pekerja

Jelang Peluncuran Iphone 13, Foxconn Kekurangan 200 Ribu Pekerja

42
0
Kesibukan para pekerja di pabrik Foxconn di Kota Guiyang, Provinsi Guizhou, China. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

BICARA.NEWS, Beijing – Beberapa pekan menjelang peluncuran iPhone 13, Foxconn –yang memproduksi telepon pintar Apple generasi terbaru tersebut mengalami kekurangan sekitar 200.000 ribu pekerja akibat bencana banjir di Kota Zhengzhou, demikian media China, Sabtu.

Foxconn merupakan perusahaan elektronik berbasis di Taiwan yang memproduksi gawai-gawai merek ternama, termasuk Apple dari Amerika Serikat.

Travel Haji dan Umroh sejak 1995

Foxconn di Zhengzhou memproduksi separuh produk iPhone yang beredar di dunia, terutama untuk pasar China dan Asia Tenggara.

Butuh sekitar 200.000 pekerja agar bisa memenuhi produksi sebelum iPhone 13 diluncurkan pada September mendatang,  demikian Deputi General Manager Foxconn Zhengzhou Wang Xue dikutip Global Times.

Media lokal melaporkan bahwa Foxconn Zhengzhou saat ini mempekerjakan 350.000 orang yang bisa memproduksi 500.000 unit ponsel per hari.

Selain di Zhengzhou, Foxconn di Shenzhen dan Chengdu juga membutuhkan pekerja untuk memenuhi target produksi iPhone 13.

“Kami butuh sekitar 5.000 pekerja baru sesuai kapasitas produksi mingguan, tapi saat ini susah memenuhi target tersebut,” kata seorang manajer Foxconn Shenzhen.

Untuk menambah semangat para pekerja, beberapa pabrik Foxconn menaikkan bonus bagi kandidat baru dari sekitar 9.800 yuan atau sekitar Rp21,6 juta menjadi 10.000 yuan (Rp22,1 juta) jika mereka bekerja hingga 90 hari.

Selain banjir di Zhengzhou, kendala produksi iPhone itu juga disebabkan oleh pandemi COVID-19 varian Delta di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Vietnam. Seperti diberitakan ANTARA sebelumnya, beberapa pabrik Foxconn di Zhengzhou, Provinsi Henan, terendam bencana banjir yang menewaskan sedikitnya 300 orang pada Juli. (Ant/Fit)

Previous articleRusa Terinfeksi COVID-19, Jadi Kasus Pertama di Dunia
Next articleFHCI Dorong Perempuan Jadi Pemimpin Perusahaan BUMN