Home News Jernihkan Udara, Pemkab Badung Semprotkan Eco-Enzyme Organik

Jernihkan Udara, Pemkab Badung Semprotkan Eco-Enzyme Organik

10
0
Para petugas menyemprotkan eco-enzyme organik di Badung, Minggu (6/6/2021) ANTARA/HO-Humas Badung

BICARA.NEWS, Badung, Bali – Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, melakukan penyemprotan cairan eco-enzyme organik di kawasan pusat pemerintahan setempat untuk menjernihkan udara yang ada di lingkungan tersebut. 

“Penyemprotan eco-enzyme Organik ini dilakukan di areal Puspem Badung dan dilanjutkan ke wilayah Kecamatan Kuta Utara, Kuta dan Kuta Selatan yang merupakan daerah zona hijau,” ujar Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam keterangan Humas Badung yang diterima di Mangupura, Minggu (06/6).

Kegiatan yang mengerahkan armada pemadam kebakaran itu dilakukan bekerja sama dengan Eco-Enzyme Indonesia dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut mengambil tema “Restorasi Ekosistem” yang bertujuan untuk pemulihan ekosistem dimana unsur-unsur hayati dan non-hayati dikembalikan ke habitat ekosistemnya agar alam menjadi kuat, lingkungan akan menjadi higienis dan manusianya menjadi sehat.

“Dalam konsep ini, kami selaku pemerintah daerah sangat mengapresiasi komunitas Eco-Enzyme Nusantara yang mengolah limbah sampah rumah tangga organik berupa buah dan sayur menjadi cairan disinfektan organik eco-enzyme yang bisa menjernihkan udara,” kata Bupati Giri Prasta.

Sementara itu, Koordinator Eco-Enzyme Nusantara Bali dan Indonesia Jokoryanto menjelaskan, cairan eco-enzyme berasal dari sampah organik yang difermentasi selama tiga bulan.

“Tujuan kami menyemprotkan disinfektan ini adalah untuk menjernihkan udara dan sebagai disinfektan organik,” ungkapnya.

Menurutnya, cairan tersebut juga tidak menimbulkan efek samping dan justru sangat baik untuk manusia dan makhluk hidup lainnya.

Jokoryanto menambahkan, kegiatan penyemprotan cairan eco-enzyme organik itu juga dilakukan serentak di seluruh Bali dengan harapan bisa membantu mempercepat pemulihan pariwisata Pulau Dewata dan menyehatkan lingkungan di Bali.

“Kegiatan ini juga sejalan dengan konsep hidup orang Bali yaitu Tri Hita Karana yakni hidup selaras dengan Tuhan dengan sesama manusia dan dengan lingkungan,” ujarnya. (Ant/Fit)