Home News Kemenang Jadikan Delapan Gedung Asrama Haji Pondok Gede Tempat Penanganan COVID-19

Kemenang Jadikan Delapan Gedung Asrama Haji Pondok Gede Tempat Penanganan COVID-19

45
0
Gedung Arafah di Asrama Haji Pondok Gede yang dijadikan sebagai tempat penanganan pasien COVID-19. (ANTARA/HO-Kemenag)

BICARA.NEWS, Jakarta – Kementerian Agama menyatakan sebanyak delapan gedung di Asrama Haji Pondok Gede akan dijadikan sebagai tempat penanganan pasien COVID-19, baik untuk isolasi mandiri maupun keperluan darurat lainnya.

“Pemerintah akan memaksimalkan Asrama Haji Pondok Gede untuk ikut membantu penanganan pasien COVID-19. Ke depan, Asrama Haji Pondok Gede akan dioptimalkan sebagai tempat perawatan pasien COVID-19 dengan total kapasitas 988 tempat tidur,” kata Sekjen Kemenag Nizar dalam keterangan tertulisnya, Senin (05/7).

Nizar mengatakan Kemenag telah menggelar rapat penyiapan Asrama Haji Pondok Gede sebagai tempat perawatan pasien COVID-19 di Pondok Gede pada Ahad. Rapat itu menyepakati sejumlah teknis penanganan COVID-19 di Asrama Haji Pondok Gede.

Lima gedung yang disiapkan sebagai tempat perawatan pasien COVID-19 adalah gedung A, B, C, H, dan D5. Satu gedung yang sudah digunakan untuk perawatan intensif pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan berat yaitu Gedung Arafah.

Sementara dua gedung lainnya yang akan digunakan sebagai akomodasi tenaga kesehatan adalah gedung D3 dan D4, dengan total kapasitas mencapai 376 tempat tidur.

“Gedung untuk perawatan pasien ini segera disiapkan Kementerian PUPR sesuai standar kebutuhan dari Kemenkes. Diharapkan dalam dua hari ke depan, Asrama Haji Pondok Gede sudah siap sepenuhnya untuk digunakan perawatan pasien COVID-19,” kata dia.

Dalam sepekan terakhir, kata dia, gedung di Asrama Haji Pondok Gede juga sudah digunakan untuk ruang isolasi mandiri sejumlah pasien COVID-19 yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG).

“Berdasarkan hasil rapat, dan sesuai arahan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir nantinya asrama haji tidak hanya menjadi ruang isolasi mandiri, tapi juga menjadi tempat perawatan pasien COVID-19,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi mengatakan asrama haji akan dioptimalkan sebagai tempat penanganan pasien COVID-19 untuk isolasi mandiri dan keperluan darurat lainnya.

Dari 25 asrama haji yang disiapkan untuk penanganan pasien COVID-19, ada tujuh asrama haji yang sudah mulai digunakan untuk ruang isolasi. Bahkan dari tujuh itu sudah diisi oleh pasien tanpa gejala.

“Menag sudah memerintahkan kepada kami untuk mengoptimalkan pemanfaatan asrama haji sebagai tempat penanganan pasien COVID-19 untuk isolasi mandiri dan/atau keperluan darurat lainnya, dalam rangka menangani pasien COVID-19,” ujar Khoirizi. (Ant/Fit)