Kimia Farma Turunkan Harga Tes PCR dan Antigen

    56
    1

    BICARA.NEWS, Jakarta – PT Kimia Farma Tbk langsung menjalankan keputusan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang penurunan harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR) berdasarkan Surat Edaran (SE) Dirjen Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/2824/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription PCR yang berlaku mulai 17 Agustus. 

    “Kimia Farma langsung melaksanakan arahan pemerintah tentang penurunan tarif tes PCR sebagai bentuk komitmen kami untuk memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Dengan demikian akan semakin mudah bagi masyarakat untuk mengakses tes COVID-19 yang berujung pada perbaikan iklim kesehatan Indonesia secara menyeluruh,” kata Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

    Travel Haji dan Umroh sejak 1995

    Sementara itu Plt Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) Agus Chandra menambahkan akan menjalankan perintah penurunan harga tes PCR.  “Selain menurunkan harga tes PCR Rp495.000, kami juga menurunkan tarif/harga swab/rapid test Antigen,” ujarnya. 

    Menurut dia, harga swab Antigen menjadi Rp85.000 untuk jenis alat regular dan untuk merk Abbot Panbio turun jadi Rp125.000.

    Kimia Farma sebagai bagian dari induk BUMN Farmasi berkomitmen untuk menjalankan tugas pemeriksaan COVID-19 guna memberi pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    Agus menambahkan profesionalisme akan berlaku pada seluruh klinik Kimia Farma yang menyelenggarakan tes PCR dan swab Antigen.

    “Kimia Farma siap membantu pemerintah dalam melakukan pemeriksaan atau testing COVID-19,” tambahnya.

    Sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta agar harga maksimal tes PCR sebesar Rp550 ribu dan hasilnya dapat diketahui maksimal 1×24 jam.

    Tes PCR merupakan metode pemeriksaan virus SARS CoV-2 dengan mendeteksi DNA virus. WHO juga merekomendasikan metode tes PCR untuk mendeteksi COVID-19.

    Presiden berharap dengan rentang harga tersebut maka tes COVID-19 akan semakin banyak. (Ant/Rod)

    Previous articlePKS Berikan 1,7 Juta Paket Sembako untuk Warga Terdampak COVID
    Next articlePemerintah Alokasikan Anggaran TIK Rp27,4 Triliun untuk 2022

    Comments are closed.