Muhammad Riyadi
Kita Tidak Benar-Benar Menjadi Dewasa

1/
Di kota tidak pernah ada anak kecil. Mereka umpama sore yang melipatkan waktunya
ke dalam diriku. Dan aku terpaksa menjadi kemacetan jalan-jalan metropolis pada jam
pulang kerja: menawarkan kelelahan pada tubuh seorang jalang.

Travel Haji dan Umroh sejak 1995

“Siapa di sana tanpa pakaian—tanpa iman?”

2/
Kepalaku menjelma klub malam. Tidak ada lagu Naik-Naik ke Puncak Gunung, yang
ada hanya naik-naik ke puncak berahi.

Busana rindu telah ditanggalkan. Kau dan aku bersetubuh di atas sofa kesedihan;

Meski kau tahu: kita tidak benar-benar menjadi dewasa.

3/
Aku ingin melukis pelangi di sunyi yang menggambarkan kemolekan tubuhmu, demi
mengenang lagu Pelangi-Pelangi yang kini berubah menjadi erangan binal

—menikmati langit biru di sela-sela desahan nakal.

4/

Kau hanya puing-puing kesendirian setelah persetubuhan. Sedangkan aku menyusun
puing-puing kembali menjadi porselen mahal

: menjadi anak kecil yang tak lagi utuh.

2021.

Muhammad Riyadi, lahir di Bekasi, 19 November 1999. Saat ini ia bergiat di komunitas
Lampu Tidur. Silakan disapa di Instagram @riyadisme.

Previous articlePON Papua Hari Terakhir Perlombaan Atletik Perebutkan Enam Emas
Next articleGoogle Ajak Pengguna Peduli dengan “Kesehatan Digital”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here