Home Utama Koalisi Parpol Pro-Putin Tetap Kuasai Parlemen

Koalisi Parpol Pro-Putin Tetap Kuasai Parlemen

38
0
Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah, tanpa topi) di pusat kota Moskow, Rusia (9/5/2021). ANTARA FOTO/Sputnik/Mikhail Metzel/Poolvia/tm

BICARA.NEWS, Moskow – Partai Rusia Bersatu yang berkuasa, yang mendukung Presiden Vladimir Putin, mempertahankan kursi mayoritasnya di parlemen setelah pemilihan tiga hari dan tindakan penekanan terhadap para pengkritiknya.

Namun, partai itu kehilangan sekitar seperlima dari dukungannya, menurut hasil sementara pada Senin.

Travel Haji dan Umroh sejak 1995

Dengan 33 persen suara yang dihitung, Komisi Pemilihan Pusat mengatakan Rusia Bersatu telah memenangkan lebih dari 45 persen suara. Saingan terdekatnya, Partai Komunis, meraih sekitar 22 persen suara.

Meskipun hasil itu merupakan kemenangan yang mengesankan, angka itu akan menjadi kinerja yang lebih lemah untuk Rusia Bersatu daripada terakhir kali pemilihan parlemen yang diadakan pada 2016, ketika partai tersebut memenangkan lebih dari 54 persen suara.

Ketakpuasan selama bertahun-tahun terhadap standar hidup yang merosot, juga tuduhan korupsi yang dilancarkan kritikus Kremlin yang dipenjara, Alexei Navalny, membuat dukungan semakin menurun.

Selain itu, gerakan taktis yang dilancarkan sekutu-sekutu Navalny terkait pemungutan suara tampaknya menimbulkan dampak negatif lebih lanjut.

Para kritikus Kremlin mengatakan pemungutan suara itu dalam segala aspeknya menipu dan bahwa Rusia Bersatu akan bernasib jauh lebih buruk dalam penyelenggaraan pemilu yang adil.

Sebelum pemilihan berlangsung, kata mereka, ada tindakan keras berupa larangan terhadap gerakan Navalny. Sekutu-sekutu Navalny dilarang ikut bersaing dalam pemilu.

Larangan itu, kata para kritikus, juga menargetkan organisasi-organisasi media dan nonpemerintah.

Hasil pemilu tampaknya tidak akan mengubah peta politik di Rusia.

Putin, yang telah berkuasa sebagai presiden atau perdana menteri sejak 1999, masih mendominasi menjelang pemilihan presiden berikutnya pada 2024. Putin belum mengatakan apakah dia akan mencalonkan diri.

Pemimpin berusia 68 tahun itu tetap menjadi tokoh populer di kalangan banyak orang Rusia yang memujinya karena sanggup menghadapi negara-negara Barat dan memulihkan kebanggaan nasional.

Hasil sementara menunjukkan Partai Komunis finis di urutan kedua, disusul Partai LDPR yang nasionalis dengan sekitar sembilan persen. Kedua partai itu biasanya mendukung Kremlin pada isu-isu kunci.(Ant/Reu/Hah)

Previous articleSukses Ujicoba Varietas Inpari 30 di Lahan Subak Barito Utara
Next articleTransformasi Digital Bantu Kinerja Bank BJB Saat Pandemi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here