Home Daerah Kominfo: Penghentian Siaran TV Analog di NTT Dimulai di Lima Daerah

Kominfo: Penghentian Siaran TV Analog di NTT Dimulai di Lima Daerah

15
0
Tangkapan layar Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Phillip Gobang saat mengikuti talkshow virtual bertema Nusa Tenggara Timur Siap Analog Switch Off (ASO) dari Jakarta, Kamis (14/10/2021). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

BICARA.NEWS, Kupang – Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Phillip Gobang mengatakan penghentian siaran televisi analog pada 2022 di Nusa Tenggara Timur akan dimulai di lima daerah, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka.

“Lima daerah di NTT ini masuk dalam tahap pertama penghentian siaran tv analog secara nasional yang paling lambat berakhir pada 30 April 2022,” katanya saat mengikuti talkshow virtual bertema Nusa Tenggara Timur Siap Analog Switch Off (ASO) dari Jakarta, Kamis.

Kelima daerah di NTT ini akan menjalankan migrasi siaran tv analog ke digital pada tahap pertama yang secara nasional dijalankan pada 56 wilayah layanan meliputi 166 kabupaten/kota yang tersebar di Tanah Air.

Philip Gobang menjelaskan selanjutnya tahap kedua akan berlangsung paling lambat 25 Agustus 2022 yang akan dilakukan pada 31 wilayah layanan yang meliputi 110 kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Timor Tengah Selatan di NTT.

Tahap terakhir penghentian siaran tv analog, kata dia, akan berlangsung paling lambat pada 2 November 2022 yang dilakukan pada 25 wilayah layanan di 65 kabupaten/kota.

Lebih lanjut Philip Gobang mengatakan Kementerian Kominfo telah merancang jaringan layanan siaran televisi digital di seluruh Tanah Air dengan merujuk pada standar International Telecommunication Union sebagai agensi Persatuan Bangsa-Bangsa bidang telekomunikasi.

Berbagai faktor seperti kondisi geografis, luas wilayah, keterbatasan frekuensi radio, dan kemampuan teknologi siaran digital, kata dia tentu mempengaruhi rancangan akhir di wilayah NTT yang terbagi menjadi empat wilayah layanan.

Ia mengatakan untuk saat ini di NTT sedang diadakan proses penggabungan beberapa signal pada suatu kanal transmisi (multiplexing) untuk stasiun tv Metro TV dan RCTI selain muliplexing yang dilakukan stasiun TVRI.

Philip Gobang menambahkan dalam penyelenggaraan migrasi siaran televisi ini, dibutuhkan upaya terus-menerus dari seluruh pihak untuk menyosialisasikan kepada masyarakat.

“Banyak sekali kepentingan besar yang meski dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat dengan bahasa yang langsung dipahami,” katanya. (Ant/Fit)                           

Travel Haji dan Umroh sejak 1995
Previous articleMotor Listrik GESITS Jadi Armada Antar Paket Lion Parcel
Next article17 Santri Ponpes Karangmojo Gunung Kidul Positif COVID-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here