Home News Koperasi Demi Umat Berdiri, Usung Platform ‘Sedekah Kalahkan Riba’

Koperasi Demi Umat Berdiri, Usung Platform ‘Sedekah Kalahkan Riba’

42
0
Logo Koperasi Indonesia terbaru sejak 2021. (Foto: Wikipedia)

BICARA.NEWS, Jakarta – Bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional yang ke-74, koperasi pemberdayaan ekonomi umat yang kemudian disebut ‘Koperasi Demi Umat’ berdiri secara resmi. Koperasi yang diprakarsai oleh beberapa tokoh nasional ini bertujuan untuk mengangkat ekonomi umat dari keterpurukan ekonomi saat pandemi seperti ini.

Nuruzzaman yang ditunjuk sebagai Ketua Koperasi Demi Umat menyatakan bahwa solusi konkret dan peta jalan agar umat bangkit dari keterpurukan ekonomi pada saat ini adalah berjamaah.

“Beramal jama’i, membangun cooperative system, saling tolong menolong, dan saling pasang badan antar anak bangsa dalam wadah koperasi,” katanya.

Pandemi COVID-19 sejauh ini telah berdampak pada penurunan tingkat kesejahteraan sosial, satu dari 10 orang di Indonesia hari ini hidup di bawah garis kemiskinan nasional. Jika tidak ditemukan peta jalan yang jelas, maka dampak pandemi ini terhadap keadaan sosial-ekonomi bisa menjadi jauh lebih buruk. Akibat langsung dari pandemi ini adalah menurunnya tingkat daya beli masyarakat hingga sebesar Rp 362 triliun.

Hal ini juga berpengaruh pada 64,19 juta pelaku UMKM Indonesia yang didominasi  Usaha Mikro dan Kecil (UMK) 64,13 juta (99,92%). Sebanyak 82,9% UMKM telah merasakan dampak negatif dari pandemi ini. Bahkan, 63,9% dari UMKM mengalami penurunan omset lebih dari 30%. Untuk bertahan hidup, pelaku UMKM terpaksa melakukan berbagai efisiensi seperti menurunkan produk barang dan jasa, pemutusan hubungan kerja (PHK), serta mengurangi saluran penjualan dan pemasaran.

Menurut Nuruzzaman, menjalankan koperasi hendaknya tidak seperti menjalankan korporasi kapitalis, di mana pemilik modal yang paling berkuasa dan ingin terus menerus berkuasa, tetapi harus berpihak pada rakyat.

“UMKM yang berjamaah sejatinya dapat memiliki kontribusi terhadap PDB Indonesia lebih besar dari 61,07% atau senilai dengan Rp 8,573,89 triliun. Dengan potensi ini UMKM seharusnya dapat menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi,” tegasnya.

Koperasi Demi Umat telah menyiapkan sistem pelatihan dan pembinaan intensif untuk anggota/UMKM serta digitalisasi close loop market place untuk penyerapan produk UMKM.

“Koperasi Demi Umat akan menggandeng Kemenkop dan UMKM sehingga menjadi koperasi berskala internasional, dan diperhitungkan di dalam International Cooperatif Alliance (ICA). Sudah saatnya koperasi di Indonesia memiliki anak perusahaan multi nasional di berbagai negara lainnya,” ujarnya.

Nuruzzaman mengatakan agar bisa bersaing di tataran internasional, ekosistem halal UMKM perlu direvitalisasi.  Menggunakan sistem penjaminan mutu halal internal berupa wali pendampingan serta sertifikasi halal yang mudah dan murah.

“Dalam hal ini Koperasi Demi Umat bersinergi dengan MUI, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Istiqlal Indonesia Halal Center (IIHC), dan Halal Center Cinta Indonesia (HCCI),” imbuhnya.

Lebih lanjut, para pendiri Koperasi Demi Umat sebelumnya telah melakukan silaturahim dan membangun aliansi strategis dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Kamar Dagang dan Indsutri (Kadin), Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren), Induk Koperasi Pesantren (Inkopontren), Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP), Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah), dan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR).

“Konsep dan mindset sedekah yang mengalahkan riba menjadi platform gerakan,” jelas Nuruzzaman yang juga menjadi Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia Pusat.

Tidak hanya kekuatan dana investasi, Koperasi Demi Umat akan menggerakkan kekuatan dana sosial ZISWAF, bantuan sosial negara, dan Corporate Social Responsibility (CSR) dari BUMN/swasta sebagai back up dalam membangun kebangkitan dan daya saing UMKM, terutama saat terpuruk akibat pandemi.

“Gerakan berkoperasi ini akan mengembalikan kedaulatan rakyat sebagai pemilik industri dari hulu ke hilir di negerinya sendiri.” pungkasnya.