Home Motivasi Pakar: Petakan dan Temukan Bakat agar Tak Salah Jurusan

Pakar: Petakan dan Temukan Bakat agar Tak Salah Jurusan

102
0
Penemu talents observation Andri Fajria. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

BICARA.NEWS, Semarang – Ahli observasi anak sekaligus penemu talents observation Andri Fajria menegaskan perlunya memetakan dan menemukan bakat yaitu ekspresi genetik yang sedang aktif.

Jika tidak, katanya ketika tampil dalam webinar di Bursa, Turki, Kamis malam (WIB), akan banyak terjadi kasus salah jurusan, sebagaimana dinyatakan Educational Psychologist dari Integrity Development Flexibility (IDF) Irene Guntur. Irene menyebutkan 87 persen mahasiswa di Indonesia salah jurusan.

Travel Haji dan Umroh sejak 1995

Andri Fajria adalah Ketua Yayasan Harmoni Alam Semesta Tangerang yang hadir di Gedung Görükle, Üçoluk Cd. (GGM), 16285 Nilüfer/Bursa mengatakan bakat setiap orang dipengaruhi oleh ayah, ibu, kakek, nenek, dan para pendahulu.

“Setiap orang terlahir membawa bakat masing-masing,” kata praktisi dan santri talents mapping ini dalam webinar bertajuk “Kembangkan Kekuatan, Siasati Kelemahan” yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Bursa.

Tidak berbakat dalam suatu aktivitas, kata dia, bukan berarti tidak dapat melakukan aktivitas tersebut. Namun, yang bersangkutan membutuhkan usaha yang lebih keras agar dapat melakukan aktivitas tersebut dengan baik.

“Jika belum menemukan bakat, tidak perlu khawatir karena bakat itu tidak hilang. Dia hanya tertidur, sampai ada ‘trigger’ (pemicu) yang membangunkannya,” katanya usai acara tersebut kepada ANTARA melalui percakapan WhatsApp.

Ia menganalogikan tanaman yang menempati tanah yang sama dan mendapat siraman air yang sama. Namun, pada kenyataannya memberikan buah yang rasanya beragam.

Begitu pula, lanjut dia, anak dibesarkan dalam lingkungan yang sama, diberikan program yang sama, menunjukkan bakat yang berbeda.

“Setiap orang terlahir membawa misi hidup masing-masing karena Allah SWT membekali manusia dengan bakat yang berbeda-beda,” kata Andri yang pernah mendapat julukan “Raja Kambing dari ITB” itu.

Andri mengemukakan bahwa bakat dalam batasan talents mapping adalah kumpulan/kombinasi dari sifat, potensi, dan peran yang secara alami mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan produktivitas kerja.

Dalam webinar itu, Andri memberikan tips cara membaca bakat melalui aktivitas 4E, yakni easy (merasa mudah mengerjakannya), enjoy (merasa senang mengerjakannya), excellent (hasilnya dinilai baik oleh orang lain), dan earn (menghasilkan uang/jasa/manfaat).(Ant/Hah)

Previous articleKejagung Tetapkan Alex Noerdin Tersangka Korupsi Pembelian Gas Bumi
Next articleSampah Tukar Oli di Bengkel Enduro Express

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here