Home News Pantun dan Pepatah: Garam di Laut, Asam Digunung

Pantun dan Pepatah: Garam di Laut, Asam Digunung

47
0

PEPATAH ini sangat terkenal. Orang kita masih kerap mengutipnya.

Garam di laut, asam digunung, dalam belanga bertemu juga.

Travel Haji dan Umroh sejak 1995

Perumpamaan ini mengiaskan kejadian yang tampak tak mungkin terjadi. Misalnya, pertemuan sepasang kekasih hati yang berasal dari dua tempat jauh dan latar belakang adat yang berbeda.

Jodoh akan mempertemukan, lalu keduanya menjadi suami istri, seperti asam dan garam, pelangkap bumbu, yang hadir bersama dalam sebuah belanga.

Ada bebarapa variasi pepatah ini.

Misalnya:

  • ikan di laut asam di gunung, bertemu dalam belanga.
  • asam di darat, ikan di laut, bertemu dalam belanga.
  • asam di gunung, ikan di tebat, dalam belanga bertemu jua.

Semuanya bermakna sama.

Pantunnya:

ayam sabung jangan ditambat
jika ditambat kalah laganya
asam di gunung ikan di tebat
dalam belanga bertemu jua

Pepatah ini kini bisa kita maknai sebagai keterbukaan budaya, inklusivitas nenek moyang kita.

Sejak dulu kita bisa menerima perbedaan.

Orang tidak dipandang dari asal atau adat yang berbeda. Semua diterima, karena dengan keberbedaan itulah hidup saling melengkapi.(hah)

Previous articleBhayangkara FC Ungguli Madura United 1-0 Berkat Gol Ezechiel
Next article“World Cleanup Day”, Pemkot Jaksel Ajak Warga Pilah Sampah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here