Home Daerah Pemkot Pariaman Targetkan 12 Pos Pantau Pantai Hingga 2024

Pemkot Pariaman Targetkan 12 Pos Pantau Pantai Hingga 2024

47
0
Anggota Pokdarwis di Kota Pariaman, Sumbar yang dijadikan tim penjaga pantai sedang menyelamatkan wisatawan yang terseret ombak pada simulasi penyelamatan korban di Pariaman. ANTARA/Aadiaat MS

BICARA.NEWS, Pariaman – Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, menargetkan hingga 2024 sepanjang pantai daerah itu terdapat 12 pos pantau pengamanan guna mengantisipasi terjadinya korban akibat terseret ombak.

“Pariaman memiliki panjang pantai sekitar 12 kilometer, minimal satu kilometer terdapat satu pos pantau,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Dwi Marhen Yono di Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan saat ini sudah ada dua pos pantau di kawasan wisata pantai Pariaman yang rencananya tahun depan akan ditambah dengan empat lagi sehingga dalam tiga tahun ke depan berdiri 12 pos.

Di pos tersebut, kata dia ditempatkan tim gabungan mulai dari anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI Angkatan Laut, Polair, dan anggota penjaga pantai yang telah mendapatkan pelatihan.

Ia menyampaikan pihaknya telah mempersiapkan 40 anggota kelompok sadar wisata yang ada di daerah itu sebagai penjaga pantai untuk memberikan pertolongan pertama pada wisatawan yang terseret ombak.

Ia menyampaikan setiap pos tersebut nantinya memiliki perlengkapan membantu korban terseret ombak guna mempermudah penjaga pos menyelamatkan korban.

“Yang jelas kami buat bertahap dulu, kami buat dulu di lokasi yang banyak wisatawannya,” katanya.

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) melatih sebanyak 40 anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat yang biasa beraktivitas di pantai untuk menjadi penjaga daerah itu untuk menyelamatkan wisatawan yang terseret ombak saat berenang.

“Ini tentu dapat melengkapi pengamanan pantai yang dimiliki, Pariaman sudah memiliki sejumlah pos pantau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Jadi ini bisa memperkuat,” kata Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin.

Ia mengatakan objek wisata pantai di Pariaman banyak diminati wisatawan sehingga pemerintah setempat harus mempersiapkan sistem pengaman agar tidak terjadi lagi korban meninggal karena terseret ombak.

Menurutnya, dengan langkah yang disiapkan pemerintah setempat itu maka wisatawan nantinya dapat merasa aman dan nyaman berwisata ke kota tersebut. (Ant/Fit)

Travel Haji dan Umroh sejak 1995
Previous articleDharma Jaya: Kerja Sama Pengadaan Sapi dengan NTT Kurangi Ketergantungan Impor
Next articlePemkot Banjarmasin Siapkan Pembukaan Wisata Pasar Terapung