Home Sport PON XX Papua Pertandingkan 10 Cabang Olahraga Eksibisi

PON XX Papua Pertandingkan 10 Cabang Olahraga Eksibisi

14
0
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), Rabu (14/7/2021). (Foto: Antara)

BICARA.NEWS, Jakarta – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengatakan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua akan mempertandingkan 10 cabang olahraga eksibisi.

“Cabang olahraga yang dipertandingkan adalah 37 cabang olahraga, di samping itu kita akan menggelar 10 cabang olahraga eksibisi,” kata Marciano dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), Rabu.

Menurut Marciano, 10 cabang olahraga eksibisi itu nantinya akan diikutkan dalam PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara pada 2024.

Sepuluh cabang olahraga eksibisi itu adalah cabang-cabang baru atau pecahan dari cabang olahraga yang sudah ada.

“Memang ada cabang olahraga yang pecah jadi tiga, kalau dulu angkat besi, angkat berat, dan bina raga itu jadi satu, sekarang mereka organisasinya pecah menjadi tiga,” ungkap Marciano.

Selain itu, cabang olahraga yang baru lainnya adalah modern pentathlon yang merupakan perpaduan lima cabang olahraga yaitu menembak, anggar, berenang, menunggang kuda, dan berlari.

Kemudian, cabang olahraga lain yang masuk eksibisi adalah triathlon, yang merupakan gabungan renang, balap sepeda, dan lari. Tidak hanya itu, esport juga masuk cabang olahraga eksibisi PON XX Papua, yang akan berlangsung 2-15 Oktober 2021.

Masuk cabang olahraga eksibisi berarti 10 cabang olahraga tersebut tidak tidak akan memperebutkan medali, atau dengan kata lain yang resmi dalam PON ada 37 cabang olahraga.

Sementara itu, 80 hari menjelang PON XX Papua yang tertunda satu tahun karena pandemi, Marciano mengatakan kesiapan venue telah mencapai lebih dari 90 persen.

“Untuk kesiapan venue, rata-rata ada yang sudah 100 persen, tetapi ada beberapa yang masih sekitar 92-93 persen. Secara umum seluruhnya 90 persen lebih, kira-kira 92-93 persen untuk kesiapan venue secara keseluruhan,” jelas Marciano.

“Ada satu venue, rugbi, yang masih dalam proses pengerjaan dan akan selesai pada akhir bulan September,” lanjutnya.

Marciano mengatakan Panita Besar PON (PB PON) maupun KONI Pusat telah melakukan pertemuan dua kali pelaksanaan Chef de Mission yang dihadiri oleh 33 provinsi.

Penyelenggara juga telah melakukan uji kelayakan venue di kabupaten Mimika dan kota Jayapura. Untuk selanjutnya, Marciano mengatakan uji kelayakan venue juga akan dilakukan di kabupaten Jayapura dan Merauke. (Ant/Rod)