Home News Praktisi Peternakan: Kendalikan Harga Jagung Bukan Solusi

Praktisi Peternakan: Kendalikan Harga Jagung Bukan Solusi

56
0
Fahri Safagutan (Foto: Pribadi)

BICARA.NEWS, Jakarta – Pakan adalah persoalan terbesar peternak. Masalahnya harga pakan dikendalikan pengusaha unggas besar di negeri ini. Tuntunan mengendalikan harga jagung bukan solusinya.

Travel Haji dan Umroh sejak 1995

“Umumnya peternak beli pakan yang sudah jadi bukan bikin sendiri,” kata Fahri Safagutan, praktisi peternakan di Jatinangor, kepada Bicara News, Kamis.

Alumni Universitas IPB menilai kebijakan dua kementerian untuk mengendalikan harga jagung tidak tepat. Memang jagung adalah bahan pokok produksi pakan. Tapi, komiditi itu juga dikuasai kartel. (Baca: Kemendag dan Kementan Cari Jalan Tekan Harga Jagung)

“Jagungnya juga telah mereka kuasai, sampai ke desa-desa ada gudang mereka, kuota impor juga mereka pelaksananya. Harga jagung mereka juga yang menaikkan dan menurunkan,” kata Fahri yang sedang mengembangkan peternakan organik terpadu.

Berdasarkan pengalaman langsung terjun di peternakan Fahri berusaha mengembangkan usaha mandiri, “pakan tidak beli, tanam sendiri, dan diolah sendiri,” ujarnya.

“Jadi solusinya adalah peternak ayam tersebut harus bikin pakan sendiri. Bahan bakunya ada di mana saja dan peralatan skala mini banyak tersedia,” kata peternak yang sedang mengembangkan ternaknya lengkap dengan pusat pelatihan dan pendidikan.

Fahri curiga demo peternak di Blitar saat rombongan Presiden lewat beberapa waktu lau itu seperti bagian skenario besar kelompok “pengendali” itu juga.

“Solusinya bukan menurunkan harga jagung, tapi ajarkan mereka berusaha secara terpadu, Insyaallah kartel bisa mati,” kata peternak yang pernah menjadi pengusaha cacing terbesar pada tahun 1998 hingga 2000.(Hah)

Previous articleSheriff Tiraspol Bungkam Shakhtar 2-0
Next articleIni Jenis Vitamin & Mineral yang Penting Bagi Sistem Imun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here