Home Puisi Puisi: Arak Keabadian – Sajak Ikhsan Risfandi Zetry Iminy

Puisi: Arak Keabadian – Sajak Ikhsan Risfandi Zetry Iminy

49
0
Photo by abhishek goel from Pexels

Arak Keabadian
Sajak Ikhsan Risfandi Zetry Iminy

Tak ada yang lebih nyata
Dari istana yang selalu berpura-pura

Di mana perempuan muda berbaring
Di bawah selidik lampu taman
Tanpa menutupi dada ruahnya yang semengkal buah persik.

Aku pun lama lupa kapan terjadinya
Bahkan bila aku berada di sana
Sudah pasti lena berlama-lama

Dengan kata lain, itulah waktu mustajab
Untuk menulis sajak tentang senjakala kearifan
Yang mungkin sebentar lagi pamit
Bukan karena sakit
Melainkan dikalahkan rasa bosan
Yang di awali oleh janji
Serta imaji tinggi ala politisi karbitan

Bahkan bila kita sengaja berada
Di sana, di gedung hijau
Untuk sekadar mencicip segelas limun
Tepat sebelum palu diketuk ibu ketua
Hingga semua anggota merasa imun
Dari keluh, kesah, harapan dan cita konstituen.

Mari tuang lagi arak keabadian itu
Agar kau langgeng di kursi bisu
Tak lupa ajak serta anak, menantu
Bahkan kelak cucu-cucu”

Sebab tak ada yang lebih nyata
Dari istana yang selalu berpura-pura.

2020

IRZI alias Ikhsan Risfandi Zetry Iminy Lahir di Jakarta, 13 November 1985. Menyelesaikan Studi di FIKOM UPI YAI jurusan Penyiaran. Puisi-puisinya dimuat di beberapa media sastra daring antara lain majalah Mata Puisi dan laman sastra Buruan.co serta beberapa antologi puisi nasional seperti Banjar Baru Rain (2020), Lurus Jalan ke Payakumbuh (2020), Galeri Buku Jakarta: Siapakah Jakarta (2020). Buku puisinya yang telah terbit Ruang Bicara (2019). Saat ini bergiat di komunitas daring Kelas Puisi, Kelas Puisi Bekasi dan Komunitas Budaya BetawiKita.


Rubrik ini terselenggara atas kerjasama Bicara.news dengan Komunitas Sastra Setanggi.