Home News Refleksi 76 Tahun Kemerdekaan, Pimred Bicara News: Berpendapat Itu Memberi Peringatan

Refleksi 76 Tahun Kemerdekaan, Pimred Bicara News: Berpendapat Itu Memberi Peringatan

55
0
Tangkapan Layar -Pemimpin Redaksi (Pimred) Bicara News Hasan Aspahani dalam diskusi virtual “Refleksi 76 Tahun Kemerdekaan: Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi di Era Digital”, Rabu (25/8/2021).

BICARA.NEWS, Malang – Pemimpin Redaksi (Pimred) Bicara News, Hasan Aspahani mengatakan berpendapat dan berekspresi sesuai konteks agama Islam yang ia anut adalah memberi peringatan, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an surat Adz Dzariyat ayat 55.

“Kita sedang berkomunikasi, antar siapa saja. Antar rakyat dengan negara, antar rakyat dengan rakyat. Itu hanya akan berfungsi kalau terjalin komunikasi yang ikhlas, sehat. Ketika tidak terjalin komunikasi yang setara itu, maka buntu, peringatan harus diberikan,” katanya dalam diskusi virtual bertajuk “Refleksi 76 Tahun Kemerdekaan: Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi di Era Digital” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu.

Travel Haji dan Umroh sejak 1995

Eks General Manager Jawa Pos itu mengambil contoh W.S. Rendra yang hidup di bawah rezim Orde Baru mengatakan saluran pendapat umum dipenuhi jaring laba-laba, karena masyarakat malas memanfaatkannya akibat tidak didengarkan dan menimbulkan kebuntuan.

“Memberi peringatan itu adalah perintah, tapi jangan asal ngomong. Peringatan kita harus hasil dari sebuah proses berpikir. Kita harus berpikir karena kita berakal budi,” ujarnya.

Hasan menjelaskan untuk menjadi seorang jurnalis, penyair, dan penulis yang baik perlu mengembangkan tiga cara berpikir yaitu berpikir logis, kritis, dan logis. Tidak mengkritik berdasarkan hoaks yang merupakan musuh karya jurnalistik.

“Logis tidak cukup untuk memberi peringatan. Kritis, mempertanyakan, dengan logika kita bisa kritis. Kritik akan jadi tidak menarik kalau tidak disampaikan dengan manfaatkan daya kreatif kita. Tiga cara kemampuan berpikir ini yang harus kita punya,” tambahnya.

Wartawan kawakan tersebut mengajak audiens yang berasal dari kalangan generasi muda agar memanfaatkan internetisasi dan digitalisasi yang menyediakan lebih banyak cara untuk bicara yang dapat menjangkau lebih banyak orang dari berbagai tempat dalam waktu singkat. Hasan sendiri telah mengoptimalkan kehadiran media sosial untuk mengekpresikan pendapatnya dalam bentuk jurnalistik, puisi, seni rupa, dan videografi melalui akun-akun pribadinya.

“Tugas kita ketika ketika meng-create apapun dengan kemampuan logika, kritisme, kreativitas kita membuat hal yang penting, karena itu kita harus menyampaikan pendapat dan ekspresi kita dalam konteks kehidupan orang banyak. Menjadi menarik dan relevan.” tutupnya.

Previous articleKetua MUI Ingatkan Jajarannya Jadi Teladan bagi Umat
Next articleRealisasi Pembiayaan Investasi Capai Rp54,1 Triliun