Home News Swedia, Kroasia, dan Prancis Unggul di Laga Pembuka Final Piala Davis

Swedia, Kroasia, dan Prancis Unggul di Laga Pembuka Final Piala Davis

15
0
Petenis Swedia Elias Ymer beraksi dalam pertandingannya melawan petenis Kanada Steven Diez pada babak penyisihan grup B Final Piala Davis di Madrid, Spanyol, Kamis (25/11/2021). ANTARA/REUTERS/Sergio Perez.

BICARA.NEWS, Jakarta – Ymer bersaudara, Elias dan Mikael Ymer, dengan nyaman memenangi pertandingan tunggal mereka melawan Kanada ketika juara tujuh kali Swedia membuat awal yang gemilang di Final Piala Davis di Madrid, Kamis waktu setempat atau Jumat WIB.

Menjadi runner-up pada 2019 tetapi tanpa pemain top mereka Denis Shapovalov dan Felix Auger-Aliassime, Kanada terbukti bukan tandingan Swedia yang memiliki pemain-pemain muda dan ingin menghidupkan kembali kejayaan masa lalu.

Travel Haji dan Umroh sejak 1995

Australia, yang berada di peringkat kedua setelah Amerika Serikat dalam Piala Davis, membuat awal yang buruk pada Grup D di Turin saat mereka kalah 0-3 dari juara 2018 Kroasia.

Prancis pulih dari awal yang buruk dalam pertandingan Grup C melawan Republik Ceko untuk menang 2-1 di Innsbruck.

Putaran Final Piala Davis, yang ditunda tahun lalu, telah mengalami perubahan format dengan tiga kota menjadi tuan rumah bagi 18 negara yang lolos dalam enam grup masing-masing berisi tiga negara.

Pemenang grup dan dua runner-up terbaik maju ke perempat final pekan depan dengan final akan digelar di Madrid pada 5 Desember.

Namun, harapan juara 2019 Spanyol terlihat suram, tanpa kehadiran Carlos Alcaraz karena dinyatakan positif COVID-19, sementara juara 20 kali Grand Slam Rafa Nadal juga absen. Selain itu, Spanyol juga kehilangan salah satu pahlawan mereka Roberto Bautista Agut yang absen karena cedera perut.

Spanyol menghadapi Ekuador di Grup A di Madrid pada Jumat.

Laga pembuka Final Piala Davis
Elias Ymer Swedia berhadapan dengan peringkat 264 dunia Steven Diez yang bermain untuk Kanada untuk pertama kalinya sejak 2010, menang 6-4. 6-2. Adik laki-lakinya Mikael kemudian mengalahkan Vasek Pospisil, 6-4, 6-4.

Andre Goransson dan Robert Lindstedt menyapu bersih tim asuhan Robin Soderling dengan kemenangan 7-6(5), 6-4 atas Pospisil dan Brayden Schnur.

“Hari ini forehand saya meledak,” kata Elias peringkat 171, dikutip dari Reuters.

Adiknya yang berperingkat lebih tinggi, Mikael, menampilkan pertandingan yang mengesankan untuk menumpulkan kekuatan Pospisil.

“Saya mencoba untuk menikmatinya,” kata petenis peringkat 93 dunia berusia 23 tahun itu.

Mantan juara US Open Marin Cilic memastikan kemenangan bagi Kroasia atas tim Australia asuhan Lleyton Hewitt dengan kemenangan 6-1, 5-7, 6-4 dari Alex de Minaur setelah peringkat ke-276 Borna Gojo mengejutkan Alexei Popyrin 7-6(5), 7-5.

“Ini mungkin kekalahan paling menyakitkan yang pernah saya alami,” kata peringkat 61 dunia Popyrin.

Nikola Mektic dan Mate Pavic membuat hari pertama Final Piala Davis menjadi hari yang menyedihkan bagi Australia saat mereka mengalahkan De Minaur dan John Peers.

Cilic mendominasi sejak awal saat melawan De Minaur tetapi dipatahkan kembali dan bangkit dari break di set penentuan untuk meraih kemenangan.

“Ini adalah jalan yang bagus bagi saya untuk maju ke pertandingan-pertandingan berikutnya,” kata Cilic.

“Jika saya bisa membangun ini, membangun ini, itu akan menjadi fantastis.”

Tomas Machac dari Republik Ceko membuat kejutan besar pada debutnya di Piala Davis ketika pemain berusia 21 tahun dan berperingkat 143 itu mengalahkan Richard Gasquet 7-6(3), 6-2 untuk membawa timnya memimpin 1-0 di Olympiahalle yang kosong tanpa penonton karena penguncian atau lockdown yang diberlakukan di Austria.

Adrian Mannarino menyamakan kedudukan dengan menundukkan Jiri Vesely 6-7(1), 6-4, 6-2 sebelum Pierre-Hugues Herbert dan Nicolas Mahut memberi Prancis kemenangan dengan menang 3-6, 6-4, 6-3 atas Jiri Lehecka dan Machac. (Ant/Rod)

Previous articlePertamina Mandalika Siap Hadapi Moto2 Tahun Depan
Next articleBPJS Kesehatan Raih Penghargaan Inovasi Layanan Digital Tingkat ASEAN