Home Health Waspada Kolesterol Tinggi pada Orang Kurus, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Waspada Kolesterol Tinggi pada Orang Kurus, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

49
0
Ilustrasi (Afif Kusuma - Unsplash)

BICARA.NEWS, Jakarta – Bukan hanya orang gemuk, kelainan kolesterol atau disebut dislipidemia bisa juga dialami mereka yang bertubuh kurus, menurut Ketua Divisi Endokrin Metabolik dan Diabetes, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Dr. dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD, KEMD.

“Orang dengan kolesterol tinggi enggak mesti gemuk. Jangan berpikir, orang yang kolesterol tinggi selalu identik dengan gemuk. Orang yang kolesterol tinggi itu bisa bawaan, enggak mesti orang diabetes dan obesitas,” ujar Tri.

Masalah kesehatan ini sebenarnya mencakup semua kelainan metabolisme lipid di dalam tubuh seseorang beragam spektrum mulai dari tidak ada keluhan sampai mereka dengan terkena stroke dan lainnya.

Kebanyakan pasien dislipidemia pada awalnya tak mengalami keluhan. Kalaupun ada biasanya sebatas pegal-pegal, tengkuk terasa tidak nyaman, sakit kepala.

Penyebabnya terbagi dua yakni primer dan sekunder. Pada penyebab primer, biasanya karena kelainan bawaan dan kolesterol LDL atau trigliserida sangat tinggi.

Travel Haji dan Umroh sejak 1995



Sementara pada penyebab sekunder antara lain gaya hidup tak sehat seperti jarang bergerak, asupan makanan tinggi kolesterol dan karbohidrat, penyakit diabetes dengan kebocoran ginjal, hipotiroid, sirosis bilier dan mengonsumsi obat-obatan tertentu sehingga menyebabkan kolesterol tinggi.

Manifestasi penyakit ini bisa bermacam-macam seperti arkus senilis yang ditandai adanya warna putih di pinggiran kornea biasanya karena kolesterol tinggi, xantelasma pada kelopak mata atau xantoma tendon achiles, siku dan lutut serta lipatan-lipatan sendi. Kondisi ini terjadi saat LDL sangat tinggi.

Pada kondisi trigeliserida yang sangat tinggi (lebih dari 500 mg/dL) dapat memunculkan radang akut pada pankreas, menyebabkan mual, muntah, kesemutan, tidak enak badan akibat darah yang kental, rasa sesak napas dan gangguan kesadaran.

“Kalau ekstrem tinggi dan jarang ditemukan, darah menjadi putih karena kolesterol tinggi, ada kelainan di retina,” tutur Tri Juli.

Bagaimana Mendiagnosanya? Baca Halaman Selanjutnya…

1
2
3
4
Previous articleReal Madrid Tekuk Alaves 4-1
Next articleMembanggakan, Film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” Raih Golden Leopard di Locarno