Home News Bupati Tulungagung Pantau Stok Beras Jelang Lebaran 1442 H

Bupati Tulungagung Pantau Stok Beras Jelang Lebaran 1442 H

17
0

Tulungagung, Jatim (10/5) – Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Senin melakukan peninjauan langsung stok beras yang ada di gudang Bulog setempat guna memastikan ketersediaan sekaligus stabilitas harga bahan pangan pokok menjelang Lebaran 1442 Hijriah.

Tiba di Gudang Bulog Unit Pulosari Ngunut, Jawa Timur, Bupati Maryoto didampingi oleh Kepala Bulog Cabang Tulungagung, Junaidi langsung memeriksa isi gudang.

Maryoto bahkan tak segan berjalan di jalan sempit di antara tumpukan karung berisi beras, serta meneliti kondisi fisik bahan pangan pokok mayoritas orang Indonesia itu.

“Melihat datanya, stok beras mampu untuk memenuhi kebutuhan warga Tulungagung hingga beberapa bulan ke depan,” kata Bupati Maryoto.

Maryoto berharap Bulog proaktif dalam mengendalikan fluktuasi harga sembako, khususnya beras. Langkah operasi pasar bisa saja dilakukan jika harga sembako mulai merangkak naik melebihi HET (harga eceran tertinggi) yang ditetapkan pemerintah.

Sebelum ke Gudang Bulog, Bupati Maryoto lebih dulu meninjau aktivitas jual-beli di Pasar Ngemplak. Hasilnya, Maryoto mendapati fakta bahw harga sembako di tingkat pasar induk Ngemplak masih di bawah normal.

Nyaris tak ada pergerakan harga kebutuhan pangan di daerah ini, kecuali komoditas cabai yang naik dari Rp30 ribuan kini meniadi Rp60 ribu per kilogram.

Di daerah-daerah lain, beberapa komoditas sembako dilaporkan terus berfluktuasi naik. Harga daging sapi bahkan kini menapai Rp160 ribu per kilogram.

“Cuma cabai yang agak naik, sekitar Rp60 ribu per kilogram,” katanya. Sedang harga beras, daging dan komoditas pangan lainnya tidak alami kenaikan.

Dikonformasi terkait sidak itu, Kepala Bulog Cabang Tulungagung, Junaidi mengatakan saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog totalnya mencapai sekitar 15 ribu ton.

Meski demikian, jumlah itu dipastikan bertambah, lantaran di sejumlah daerah masih panen raya dan Bulog masih terus menyerap beras petani.

“Saat ini masih sekitar 35 persen dari target 24 ribu ton beras,” kata Junaidi.

Dirinya memastikan stok beras yang ada relatif aman. Apalagi Tulungagung dikenal sebagai daerah yang surplus beras. (Ant/Fit)