Home Entertainment Kaka Slank: Stop Buka Hutan Papua

Kaka Slank: Stop Buka Hutan Papua

55
0
Kaka Slank (kanan) dan Putri Agro Wisata Indonesia 2021 Yokbet Merauje usai melihat tutupan hutan dari Merauke hingga Jayapura di Sentani, Jayapura, Rabu (22/9/2021). (ANTARA/Virna P Setyorini)

BICARA.NEWS, Jayapura – Hutan Papua masih terlihat rapat dari udara karenanya hentkan pembukaannya untuk bisa menyelamatkannya, kata vokalis grup band Slank Akhadi Wira Satriaji atau yang akrab disapa Kaka.

“Banyak yang bilang paru-paru dunia itu ada di Amerika Selatan dan di Indonesia, salah satunya di Papua. Dan dua-duanya terkikis,” kata Kaka usai melihat hutan Papua yang terbentang dari Merauke hingga Jayapura dari udara di Sentani, Jayapura, Rabu (22/9).

Travel Haji dan Umroh sejak 1995

Menurut Kaka, yang bisa menjaga keberadaan hutan Papua tentu masyarakat Indonesia sendiri. Dan jika ingin melihatnya terselamatkan, jangan ditambah lagi pembukaan lahan dan hutannya.

“Maksudnya distop, dicukupkan sekarang juga,” ujar dia.

Kondisi kerapatan hutan di Papua akan berlangsung lama atau tidak, menurut dia, tentu keputusannya ada di tangan anak bangsa sendiri.

Kaka mengaku ini kali pertama melihat tutupan hutan di Papua dari dekat lewat udara. Selama sekitar tiga jam dan 45 menit melihat secara langsung kondisinya yang membentang dari Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Keerom, dan Jayapura.

Menurut CEO Yayasan EcoNusa Bustar Maitar, kegiatan melihat tutupan hutan menjadi hal rutin yang mereka lakukan untuk mengetahui kondisi aktual di lapangan.

Sepanjang penerbangan berjam-jam itu yang terlihat sebenarnya sebagian besar masih berupa hutan alam yang masih sangat bagus.

Hal itu akan tumpang tindih dengan food estate dan perluasan perkebunan kelapa sawit yang bahkan, menurut Bustar, dialokasikan sampai dua juta hektare di Merauke.

“Kebayang kalau itu semua dibuka, emisi yang akan keluar dari hutan-hutan itu akan besar sekali,” ujar dia.

Meski dari atas terlihat kosong, sebenarnya itu menjadi rumah dari masyarakat-masyarakat adat di sana yang menjadikan hutan sebagai sumber penting penghidupannya.

Dikhawatirkan, katanya, jika pembukaan terjadi akan memicu kerusakan hutan besar-besaran dan belum tentu masyarakat di Merauke hingga Boven Digoel akan menerima manfaat secara langsung.(Ant.Hah)

Previous articlePantun dan Pepatah: Yang Dikandung Berceceran
Next articleAnies: DKI Proaktif Deteksi Dini Antisipasi Gelombang Tiga COVID-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here