Home Health Uni Eropa Ragu Vaksin Astrazeneca Berisiko Lebih Tinggi pada Perempuan

Uni Eropa Ragu Vaksin Astrazeneca Berisiko Lebih Tinggi pada Perempuan

32
0
Ilustrasi - Botol vaksin COVID-19 AstraZeneca. (ANTARA/Reuters)

BICARA.NEWS, Amsterdam – Regulator obat Uni Eropa tidak dapat memastikan dari data yang tersedia jika perempuan dan orang dewasa muda berisiko lebih tinggi mengalami pembekuan darah langka dengan kadar trombosit rendah setelah mendapatkan vaksin COVID-19 AstraZeneca.

Keterbatasan dalam pengumpulan data membuat Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) tidak dapat mengidentifikasi faktor risiko spesifik apa pun yang memicu kondisi tersebut –trombosis dengan sindrom trombositopenia (TTS)– lebih mungkin terjadi, kata EMA pada Jumat (17/9). Komisi Eropa meminta pendapat ilmiah dari EMA setelah laporan TTS dikaitkan dengan vaksin Vaxzevria awal tahun ini yang menyebabkan banyak negara Uni Eropa menangguhkan penggunaan vaksin yang pernah menjadi kunci dalam skema inokulasi di kawasan tersebut.

EMA menegaskan bahwa dosis kedua vaksin AstraZeneca yang dikembangkan bersama Universitas Oxford itu tetap diberikan dengan jarak waktu 4-12 pekan setelah dosis pertama.

“Tidak ada bukti bahwa penundaan dosis kedua berpengaruh apa pun pada risiko TTS,” kata EMA. (Ant/Fit)

Travel Haji dan Umroh sejak 1995
Previous articleDampak dan Risiko Biologis “Childfree” Bagi Wanita
Next articleTokoh Lintas Agama Hadiri HUT ke-76 PMI DKI Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here